Wakapolda Brigjen Pol Dr Eko Rudi Sudarto, S.I.K,.M.Si., Percakapan 2 Komunikasi Satgas Binmas Ops Noken Mengapresiasi dan Berkolaborasi Damai Cartenz 2022

69

Jayapura – Sekbernusantara.Com – Satgas Binmas Polda Papua melakukan dialog intraktif Polisi menyapa dalam Program Binmas Noken dalam mensejahterakan Masyarakat di Papua, Senin, (19/05/2022) di stasiun RRI Jaya Pura.AKBP Yamin Dian Priono SIK menjelaskan Binmas Noken berangkat dari keinginan memberikan sesuatu kepada masyarakat Papua yang di pioner oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K.,M.Si., yang mana jargonnya berasal dari kearifan lokal Papua yaitu Noken. Binmas Noken lahir antara bulan januari hingga Februari Tahun 2018 lalu, saat masih menggunakan sandi operasi Nemangkawi. Dan awal Januari 2022 sandi operasi diubah menjadi Damai Cartenz, ucapnya.

Kegiatan Binmas Noken lebih kearah premtif, yaitu akan lebih mengembangkan potensi-potensi yang dapat menambah nilai ekonomi masyarakat Papua yang ada di wilayah hukum Polda Papua. Salah satunya adalah meluncurkan KASUARI (Kesejahteraan Untuk Anak Negeri) yang didalamnya ada program Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan. Ada juga Program SI IPAR untuk menambah pengetahuan seperti wawasan kebangsaan kepada anak-anak kita di Papua, Tambahnya.

Papua yang terdiri dari 29 Kabupaten, namun hanya masih mencakup 5 Kabupaten sesuai rencana operasi yaitu Kabupaten Pengunungan Bintang, Kabupaten Puncak, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Nduga, jelasnya.

BPS Provinsi Papua menilai bahwa Binmas Noken memiliki banyak indikator untuk mengukur keberhasilan di suatu wilayah. Saat ini BPS hanya melihat dari indikator IPM ( Indeks Pembangunan Manusia ). “Kami melihat IPM di Lima (5) wilayah Operasi Damai Cartenz dalam hal ini Binmas Noken sangat rendah. Contohnya Kabupaten Nduga paling rendah se-Papua. Pada tahun 2022 IPM di Kabupaten Nduga mengalami peningkatan, jadi tidak bisa di pungkiri Program Damai Cartenz membawa dampak”.

Jadi diharapkan program-program yang telah dikerjakan oleh Ops Damai Cartenz 2022 (Binmas Noken) tidak hanya 1 (satu) Tahun saja, tetapi berkelanjutan terus menerus, dan terkait 5 wilayah Operasi Damai Cartenz yang dipilih sangat tepat karena IPM yang ada di 5 wilayah tersebut rendah tetapi potensi ke-5 daerah tersebut bisa di kembangkan, ucap Vina Sub Koordinator BPS Provinsi Papua.

Salah satu warga Pak Andi dari Polimak mengatakan sangat tertarik dengan Binmas Noken, kami memiliki komunitas yang bergerak di bidang pariwisata. “Kami mengajak berkolaborasi dengan Binmas Noken, tuturnya.

Hal yang sama di sampaikan Pak Bima dari Abepura yang sangat mengapresiasi narasumber dari Binmas Noken dan juga BPS, kedepannya akan lebih baik berkolaborasi dengan Pemda akan lebih baik dari pada kita berjalan sendiri-sendiri, ungkapnya.

(Ahmad Hidayat)