Sosialisasi Kemitraan Lindungi Perempuan Dari Kekerasan “Dare To Speak Up 

56

Kab.Tangerang – Sekbernusantara.Com – Anggota Komisi VIII DPR-RI Fraksi Partai Amanat Nasional ( PAN) Gelar acara Sosialisasi Kemitraan Lindungi Perempuan dari Kekerasan, yang bertempat di Aula Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu 25 – 05 – 2022.H.Muhammad Rizal SH.MSi, Anggota komisi VIII Fraksi Partai Amanat Nasional setelah ditemui awak media menyampaikan,

ada tindakan – tindakan yang bisa diatasi, tindakan tindakan pembelaan ini, sehingga tidak terjadi kepada kaum perempuan, karena perempuan ini pada dasarnya sama punya kepentingan, sama bekerja juga, sama seperti laki laki, jadi jangan sampai yang lemah terjadi, seolah olah mereka lemah terus padahal sebenarnya dia kuat, jadi memang banyak faktor misalnya, faktor kemiskinan kadang kadang dilecehkan, ada faktor kehidupannya kurangnya harmonis dalam rumah tangga, sehingga terjadi kekerasan baik di luar maupun didalam rumah tangga juga, oleh karena itu mereka diberikan informasi tambahan tambahan ilmu kepada mereka biar mereka juga harus berani, juga perempuan jangan mau dilecehkan jadi tunjukkan juga bahwa dia hampir sama dengan laki laki ” ucap Rizal.

Harapannya ada beberapa undang undang yang memberikan pembelaan, kemudian yang kedua paling tidak adanya wawasan dia bertaqwa ,dapat informasi – informasi penting misalkan, kejadian kejadian yang terjadi bagaimana dia mengatasinya, itu saya kira banyak hal yang penting dan kalau bisa rumah tangga dibangun keharmonisan, kemudian di dalam keluarga juga tugas ibu ibu untuk membangun anak-anak nya menjadi anak yang baik, anak-anak yang perilaku yang punya etika dan lain sebagainya dan ini harus di bimbing oleh ibu ibu sebagai perempuan, dialah yang membina anaknya menjadi besar dan yang paling dekat itu tugas ibu ibu yang harus membimbing anak anak sehingga tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, karena dia bagian dari pendidikan awal yang ditanamkan kepada anak anak kita” tambah Rizal.

Meski demikian, tentu belum menjamin hilangnya semua bentuk kekerasan terhadap perempuan, sebagai seorang istri dan ibu, dia menyampaikan upaya melindungi dan menangani tindak kekerasan haruslah dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Karena keluarga merupakan ‘institusi’ terkecil dalam negara,”

( Sri Anna )