Parah ! Warga Kepulauan Keluhkan Layanan Di Puskesmas Kramian Masa Lembu Yang Kehabisan Stok Infus

147

Sumenep – Sekber Nusantara.Com – Layanan publik di bidang kesehatan dikeluhkan warga Desa Kramian, Kecamatan Masa Lembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, (9/6/2022).

Pasalnya dalam beberapa hari terakhir puskemas kramian dikabarkan kehabisan stok infus hingga membuat warga setempat bingung untuk merawat tetangga di lingkungannya yang sedang sakit parah.

Salah satu warga setempat yang nama nya tak mau di publikasikan menuturkan kepada media ini bahwa, di puskesmas kramian kehabisan stok infus sehingga ada beberapa pasien yang mau di diopname tidak dapat di tangani dengan baik karena stok infusnya lagi habis,

“Kami bingung harus bagai mana dan harus berbuat apa untuk merawat warga di lingkungan kami yang lagi sakit parah, sementara untuk di bawa ke puskesmas tapi infus nya tidak ada, dengan usaha keras bersama akhirnya di infus dengan meminjam kepada bidan, walaupun infus itu menurut dugaan kami untuk persiapan ibu hamil / melahirkan terpaksa di pakai dulu untuk yang sakit “keluh warga kramian.

Wargapun berharap agar pemerintah kabupaten sumenep khususnya dinas terkait lebih bijak lagi dalam menyikapi persoalan semacam ini supaya hal serupa tidak terjadi lagi di wilayah kabupaten sumenep terlebih untuk di kepulauan.

Saat di konfirmasi melalui sambungan WhatsApp nya Kepala Puskesmas Kramian H. Sahidang tak menyangkal bahwa di puskesmas tempat ia bertugas mimang sempat kehabisan stok infus, namun menurut nya untuk saat ini sudah dapat di atasi.

“Memang betul kami kehabisan infus tapi saat ini sudah bisa di tangani,bapak tidak tau masyarakat disini, sudah lama disarankan untuk di infus tapi tidak mau, bahkan dia lebih percaya sama dukun, kalau sudah parah baru dia marah marah minta untuk di infus, ” Terang H. Sahidang.

Ketika disinggung soal pinjam infus kepada bidan, H. Sahidang membantah dengan nada kerasnya yang seolah olah marah dan terkesan tak punya etika.

“Sapa bilang, masyarakat yang mana yang mengatakan seperti itu, semua sudah bisa ditanggulangi, kalau sekarang sampean mau kesini biar sepuluh pasien pun kami masih bisa untuk menanganinya, dan soal yang dari bidan itu ngambilnya juga dipustu, justru bidan / perawat itu tidak bisa infus pasien di rumah rumah, itu sudah aturan dari ibi dan ppni. “Kata Kepala Puskesmas Kramian H. Sahidang,

(Ahmadi Nejad)