Mutu Dan Kualitas pembangunan U-DITH RW 10 Desa Cukanggalih Dipertanyakan Warga

33

Kabupaten Tangerang, Sekbernusantara.com – Proyek Pembangunan Saluran air atau U-DITH RW 10 Desa Cukanggalih Kecamatan curug kabupaten Tangerang yang dibiayai dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun anggaran 2022 Sebesar Rp 99.830.000. yang di laksanakan CV. ARMAGEDONE Tengah menjadi sorotan LSM dan awak media.

Menurut salah seorang warga yang tidak mau di sebutkan namanya, kuat dugaan proyek U-DITH ini tidak mengikuti anjuran teknis saat proses kegiatan berlangsung, mutu dan kualitasnya Jadi pertanyaan warga, pasalnya saat kegiatan pembangunan U-DITH saluran air di gelar, Tidak terlihat adanya Lantai dasar, sebagai penguat dasar Bangunan, Hal ini bisa menurunkan mutu dan kualitas sebuah bangunan.

Dan bukan hanya itu,” coba kita perhatikan lagi cara pemasangannya, bisa di bilang cara pemasangan U-DITH ini asal – asalan sebab,” jauh dari kata rapi. bukan hanya tidak rapat dari U-DITH pertama dan yang kedua. Namun cara pemasangannya pun tidak rata. pembangunan U-DITH (saluran air) ini diduga dikerjakan asal jadi tanpa memperhatikan asas manfaat.

Sukri LSM Saat bertemu di lokasi mengatakan, terkait dengan adanya temuan ini. Dia mengatakan akan mempelajarinya terlebih dahulu, jika memang adanya penyelewengan dana atau pelanggan yang sesuai dengan bukti, maka secepatnya masalah ini akan kita tindaklanjuti dan sesegera mungkin, melaporkan masalah ini ke pihak kejaksaan setempat.

Katanya lagi,” dalam pengerjaan proyek tersebut, dinas terkait diduga lemah dalam pengawasan di lapangan, sehingga membuat pihak kontraktor dengan semaunya bekerja tanpa mengacu pada Spek RAB (Rancangan Anggaran Belanja)

Dan dia berharap, pihak dinas terkait tidak lagi menjadikan perusahaan yang tidak bertanggung jawab, sebagai mitra pemerintah dalam melakukan pembangunan. Ini perlu di lakukan agar,” di Kemudian hari tidak berdampak pada kerugian negara, dalam pembangunan jangka panjang, yang hanya mencari keuntungan Pribadi atau kelompoknya.

Selain itu, dia berharap juga agar pihak dinas terkait, untuk bisa mengevaluasi hasil pekerjaan tersebut. Yang berpotensi merugikan negara dan memanggil pihak – pihak yang bertanggung jawab.

(Joan/Roni)