Ketua DPP KNPI Putri Khairunnisa: Komoditi Perkebunan Maluku Utara Harus Dikelola Secara Industri Modern

74

Ternate – Tiga (3) Komoditi Perkebunan di antaranya, Pala, Cengkeh dan Kopra yang di kenal dengan potensi penghasilan sangat besar, tetapi masyarakat masih terlihat kategori miskin. Karena lemahnya sistem pengelolaan dengan adanya industri di wilayah Maluku Utara (Malut).

Hal tersebut di katakan, Ketua Bidang Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Putri Khairunnisa, saat di konfirmasi awak media, Kamis (19/05/2022).Putri mengemukakan, mulanya Maluku Utara khususnya Kota Ternate di jajah dengan banyaknya negara luar, hingga berdampak pada hasil potensi perkebunan seperti pala, cengkeh dan Kopra yang itu masih terlihat masyarakat tetap miskin hingga saat ini.

Bukan hanya itu, menurut Putri, salah satu faktor juga lemahnya Maluku Utara dalam membangun industri untuk pengelolaan sumber penghasilan perkebunan masyarakat.

“Kota Ternate dijajah sejak dulu oleh banyak negara karena potensi perkebunan seperti, pala, cengkeh, dan Kopra, hanya saja kenapa masyarakat tetap miskin padahal potensi perkebunan sangat besar, masalah ni karena bahan baku melimpah tapi harus dikirim ke luar maluku utara karena tidak ada nya pengolahan industri di maluku utara,” ucapnya.

Sambungnya, “Seperti contoh nya kelapa tidak ada industri pengolahan di maluku utara sehingga harus di olah di luar maluku utara sehingga membuat harga bahan baku dan pangan tinggi,”.

Dengan begitu, Putri mengajak para pemuda untuk ikut berperan dalam mensejahterakan rakyat, melalui potensi penghasil perkebunan yang ada saat ini. Dan juga kedepannya dengan pemimpin pemuda yang terlahir di kota Ternate mampu membantu mengatasi permasalahan yang ada di Maluku Utara.

“Dengan kedatangan 34 Povinsi dalam Kongres KNPI ke XVI merupakan saksi nyata kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, KNPI harus menjadi teladan, pemersatu menjaga nilai-nilai kultural dan menjaga moral bangsa serta semangat kesederhanaan untuk mengawal pancasila, UUD 1945, NKRI dan semangat keBhinekaan,” cecernya.

Putri berharap, kedepannya pemimpin pemuda yang dilahirkan dari Kongres KNPI ke XVI dapat mendorong sektor-sektor potensial untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, saya berharap pada momentum kongres KNPI kali ini jangan sampai menimbulkan pemimpin pemuda yang hanya memiliki visi politik liberal dan ekonomi kapitalistik yang pragmatis.

(RB. Syafrudin Budiman.SIP)