Insiden Mafia Pupuk Bersubsidi Sudah Digelandang Ke Polres Pamekasan Oleh Sat Reskrim Pamekasan

47

Pamekasan – Sekbernusantara.com – Satreskrim Polres Pamekasan Madura, Jawa timur, mengungkap penyelundupan pupuk bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan. (APH) Aparat Penegak Hukum Wilayah Pamekasan. Pres Pamekasan. (Kamis 2/6/2022)

Pasalnya mengamankan 9 ton pupuk jenis ZA (zvavelvuure amonium) dan sebuah truk yang digunakan untuk mengangkut pupuk. di Gedung Bhayangkara Polres Pamekasan,

M (28), warga Dsn. Gunung Barat Ds. Sergang Kec. Batu Putih Kab. Sumenep, merupakan supir pembawa pupuk ditetapkan sebagai tersangka.

“Pada hari Sabtu 28 Mei 2022 malam, petugas Polsek Tamberu mengamankan 1 unit truk Nopol M-9934-UN dengan muatan pupuk bersubsidi jeni ZA, pupuk tersebut diduga berasal dari Sumenep yang akan dibawa ke Mojokerto,” terang Kapolres Pamekasan AKBP Roghib Triyanto memberikan keterangan di saat konferensi pers.

Pupuk tersebut diamankan oleh Polsek Tamberu saat melakukan operasi di wilayahnya, dengan berupa barang bukti 1 unit truk pengangkut pupuk dan 9 ton pupuk jenis ZA.
Saat dimintai keterangan, sang sopir truk tersebut tidak tahu menahu pupuk tersebut akan dialamatkan.

Namun, sopir tersebut berdalih kalau pupuk muatannya itu hanya disuruh sesama rekan sopir untuk diantarkan ke Mojokerto.

“Tersangka M saat dimintai keterangan mengenai pupuk tersebut yang dibawanya hanya menerima tawaran dari temannya berinisial RL yang alamatnya juga tidak tahu, karena hanya sebatas kenal persopiran”, ungkap Kapolres Pamekasan.

AKBP Raghib, Kapolres Pamekasan juga mengatakan sopir  tersebut dibayar Rp. 1.400.000 jika misinya berhasil.

“Pupuk tersebut dinaikkan dari 3 mobil L-300 ke truck tersebut, setelah dinaikkan ke truk, sopir tersebut mengikuti perintah dari R temannya (Sopir Truk) untuk diantarkan ke Mojokerto, nanti kalau ada yang menelpon berarti orang itu yang memesannya”, tuturnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Pamekasan, Eka Purnama, S.H selaku penyidik Mengatakan, kasus tersebut masih abu – abu alias belum ada kejelasan.

“Saat ini kami belum bisa memastikan siapa penerima pupuk tersebut, sebab kami akan memeriksa saksi – saksi terkait lebih lanjut, baik dari dinas diluar kota sumenep,” Pungkasnya.

(NYD)