Di Duga Menjual Obat Obatan Terlarang Berkedok Toko Kosmetik Desa Telagasari

76

Tangerang Kabupaten – Sekbernusantara.Com – Toko kosmetik yang berada di Desa Telagasari Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Diduga, menjual obat obat terlarang, jenis obat obatan Tramadhol dan Exshimer.Dari pantauan awak media, terlihat beberapa anak muda membeli Obat terlarang jenis Tramadhol dan Exshimer di toko kosmetik tersebut, N B Salah satu nya remaja yang kepergok sedang membeli saat di konfirmasi awak media pada hari jumat 13/5/2022 mengaku sudah lama konsumsi obat keras jenis tramadhol,

“ya pak, saya sudah sering beli Tramadhol di toko ini dan saya setiap hari minum lima butir, paling banyak tujuh butir pil pak,” ungkap NB dengan nada gemetar

Saat dikonfirmasi penjaga toko kosmetik tersebut mengaku sudah bayar kordinasi setiap bulan dengan orang yang diduga kordinator toko penjual obat golongan G tersebut.

“Bos saya sudah bayar uang kordinasi, setiap bulan sama Pak Yudi. karena pak Yudi yang ngurus biar kami aman jual Tramadhol dan Exshimer, yang beli memang orang-orang remaja kan kami udah bayar sama aparat setempat biar kami bebas jualan,” terang boy penjaga Toko.

Team media langsung mengkonfirmasi kegiatan tersebut ke pihak Desa setempat, bahwa adanya kegiatan penjualan obat keras tanpa resep dokter yang membahayakan generasi muda di wilayahnya. Informasi tersebut di terima langsung oleh aparat Desa setempat bagian kasie pemerintahan,

Kasi pemerintahan Desa Telagasari Bewok mengatakan, terima kasih kepada awak media atas informasinya, adanya toko penjualan obat keras tanpa resep dokter tersebut,

“Terima kasih atas informasi nya kami akan segera berkordinasi dengan pihak RT/RW kami, dan akan meminta kepolisian setempat menindak lanjuti secara hukum,” ungkap kasi pemerintahan Desa Telagasari, Jumat (13/05/2022) dikantornya.

Menjual obat keras golongan G tanpa resep dokter dapat dijerat dengan pasal 197 Undang-undang nomor 36 tahun 2019 tentang kesehatan dengan pidana paling lama 15 tahun Penjara Dan denda paling banyak Rp1,5 miliar rupiah.

(Pandji/Marhamah)