BMKG Tanjung Perak Surabaya Himbau Masyarakat Pesisir Waspada Banjir

54

Surabaya – Sekbernusantara.Com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya menghimbau masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah pesisir Jawa Timur (Jatim), untuk selalu mewaspadai potensi pasang air laut maksimum mulai tanggal 12 – 20 Mei 2022.

Daryatno Kepala BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya mengatakan, fenomena banjir rob di pertengahan bulan lebih sangat terasa dibandingkan saat awal bulan.

Fenomena banjir rob disebabkan karena adanya gravitasi di saat bulan purnama. Kejadian seperti ini setiap bulan terjadi dua kali. Cuma pertengahan bulan ini dirasakan cukup signifikan,”kata Daryatno kepada awak media Selasa (17/05/2022).

Lanjut Daryatno, banjir rob dirasakan sangat signifikan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Puncaknya itu hari ini, dan tadi jam 11-12 siang. Tapi jam 10 sudah mulai ada genangan. Dan sekarang sudah mulai agak surut. Hari-hari sebelumnya genangan air tingginya mulai 10-30 cm, tapi hari ini lebih dan hampir 40 cm karena roda mobil sampai tenggelam,” jelasnya.

Masih Daryatno, banjir rob masih akan berpotensi terjadi di wilayah pesisir beberapa hari ke depan karena bentuk bulan purnama yang bulat dan sempurna.

Daryatno juga menjelaskan, apabila banjir rob disertai hujan ekstream dan curah hujan tinggi, akan membuat volume air laut bertambah. Sehingga memicu potensi genangan air.

Kalau ada angin kencang, gelombang tinggi di laut bisa sampai masuk wilayah bibir pantai. Dan imbasnya di pesisir bisa terganggu sehingga aktivitas warga pesisir ikut terganggu,”ungkapnya.

Di bulan Mei seperti saat ini, menurut Daryatno, meskipun sudah memasuki musim peralihan ditandai dengan curah hujan mulai menurun, namun masih akan berpotensi terbentuknya awan cumulonimbus di beberapa titik.

Memang curah hujan sudah mulai agak menurun. Tapi masih berpotensi munculnya awan cumulonimbus yang tumbuh di beberapa titik yang bisa menyebabkan badai seperti angin kencang, puting beliung dan banjir lokal. Pada musim ini, angin dan hujan turun secara sporadis tapi tidak terlalu lama,” tutupnya.

(Sri Anna)